10. AL MUTAKABBIR (Yang Maha Memiliki Kebesaran)
“
Dialah Allah, tidak ada tuhan selain dia, Maharaja, yang Mahasuci, yang maha
pemberi keselamatan, yang maha pemberi rasa aman, Maha Memelihara, yang
Mahaperkasa, yang kehendaknya tidak bisa di ingkari, yang Memiliki Kebesaran…”
(QS. Al-Hasyr [59] :23)
AL-Mutakabbir
artinya, Dia yang melihat segala sesuatu itu hina bila dibandingkan dengan
diri-Nya. Dia memandang yang lain seperti pandangan seorang raja kepada
hambanya. Dan ini tidak dapat terbayangkan secara mutlak dan sempurna kecuali
bagi Allah SWT. Ada pendapat lain mengatakan bahwa takkabur dan kibriya’.
Adalah pemberitahuan tentang hak Allah SWT. Bagi sifat-sifat agung dan
sempurna. Berakhlak dengan sifat ini, adalah dengan memahami ketinggian, keagungan,
dan kebesaran Allah, makai a akan selalu membisakan dirinya bersikap hida dan
merendah. Serta tidak boleh terhadap orang lain.
“ Barang siapa yang membaca “ Yaa Mutakabbiru” secara rutin. Insya Allah akan berwibawa di hadapan musuh, tidak mudah di ganggu oleh orang jahat.”
Nabi
Nuh adalah pembuat kapal yang pertama. Kapal itu adalah karya asli atas
petunjuk Allah SWT. Kapal itu sangat bermanfaat untuk mengangkut Nabi Nuh dan
pengikutnya saat azab banjir besar tiba.
Diceritakan
dalam Al-Qur’an bahwa kaum Nabi Nuh AS adalah kaum yang paling durhaka. Padahal
Nabi Nuh telah menasihati kaumnnya yang sesat itu. Namun, tetap saja tidak
mendapat tanggapan yang baik dari mereka. Bahkan mereka semakin menantang Nabi
Nuh.

Comments
Post a Comment